Thursday, December 30, 2010

MAKNA TAHUN BARU . . . TAHUN BANGKITNYA MARTABAT LEWAT SIWARATRI



Manusia yang terkadang berubah-ubah dalam merespon pergantian tahun. Ada yang penuh sujud syukur ketika memasuki detik-detik pergantian tahun, ada yang penuh dengan sorak sorai & pesta, ada pula yang terlelap dalam buaian kenikmatan semu mumpung malam tahun baru. Di pihak lain, begitu banyak orang yang duduk dalam keheningan untuk melihat dengan jernih seraya mengharap bimbingan Yang Maha Kuasa dalam memasuki tahun depan.

Kami dari Pasraman Desa Tohpati mengisi pergantian tahun dengan penuh keceriaan berlatih seni di balai desa, untuk kegiatan mengisi Hari Raya Siwaratri dengan Sendra tari Lubdaka.
SINOPSIS CERITA LUBDAKA
Alkisah seorang Pemburu yang hebat dan Propesional, bernama Si lubdaka. Pada hari Purwaning tilem Kepitu ia pergi berburu ke hutan belantara, setelah sebelumnya pamitan pada kedua anak dan istrinya, Lubdaka menelusuri hutan hingga larut malam, Tapi kali ini ia malang tak menemukan seekor binatang pun . Akhirnya ia memutuskan untuk menunggu binatang yang biasa minum air di tepi danau iapun naik ke pohon Bila untuk mengintai kalau-kalau ada Harimau, Singa, Gajah, Beruang Badak atau Babi hutan yang datang untuk mencari air, Namun hingga larut malam tidak satupun binatang yang turun minum, kini hatinya semakin cemas bercampur risau. Malam semakin , mendung tebal menyelimuti langit, petir dan gemuruh menggelegar menyambar kiri kanan, hujan deraspun turun menyiram bumi. Si Lubdaka tetap berada diatas pohon kayu bila menggigil kedinginan, ia tak berani tidur walau rasa kantuk sangat mengganggunya. Dia kawatir : kalau ketiduran, pastilah akan terjatuh kedanu. Nah untuk menjaga diri agar jangan tidur maka ia memetik daun bila itu satu persatu dan dijatuhkan ke air danau. Daun bila yang jatuh itu hanyut terbawa riak air danau hingga senantiasa menyentuh Lingga Yoni yang ada di tengah danau. Di pertengahaan malam, Si Lubdaka mulai terserang penyakit. Kepalanya sakit tak tertahan, dan badannya panas membara kekuatan fisiknya pun menurun, tenaganya melemah, pandangan matanya kabur. Keesokan harinya, iapun kembali pulang dengan tangan hampa. Setibanya di rumah Lubdaka disambut oleh anak istrinya dengan rasa sedih dan haru. Si Lubdaka di papah masuk kamar tidurnya lalu dibaringkan. Ia gelisah tak bisa tidur, mengigau, sakitnya semakin parah, kerongkongannya terasa kering, dadanya sesak, lama kelamaan iapun mengembuskan nafasnya yang terakhir. Roh Si Lubdaka ,melesat menuju alam baka. Di alam sana roh Lubdaka disambut oleh Jogor Manik dan Yama Bala, ia disiksa habis habisan. Karena dianggap berdosa besar, sebab dimasa hidupnya menjadi pembunuh binatang tak berdosa. Lubdaka menjerit kesakitan minta tolong pada anak istrinya tuk diselamatkan. Hal ini diketahui oleh Dewa Siwa. Hyang Siwa murka kepada Batara Yama,. Segera Dewa Siwa mengirim Laskarnya menuju Yama ni loka. Roh si Lubdaka di rampas oleh bala siwa, Batara Yama tersinggung berat. Laskar batara Siwa diserang oleh Yama Bala. Terjadilah perang antara Yama Bala melawan Laskar Batara Siwa. Alam niskala jadi kacau balau. Batara Siwa segera turun tangan. Batara Yama protes keras kepada Batara Siwa : “ Kenapa roh Si Lubdaka yang penuh dosa dan belum selesai menjalani hukuman sudah dibebaskan.” Batara Yama ngak terima perlakuan yang tak adil itu.Betara Siwa mwenjelaskan duduk persoalannya, bahwa Si Lubdaka telah terhapus dosanya oleh tekunnya melaksanakan brta Siwa Ratri, Akhirnya Batara Yama dapat mengerti dan memahami masalahnya. Lalu peperangan di hentikan, Batara Siwa mengambil roh Lubdaka, seraya disucikan dan diberikan tempat yang layak, sesuai suba karmanya.

ARTI TAHUN BARU BAGI KAMI ANAK - ANAK PASRAMAN
Bukan Tahun Barunya yang penting, tetapi bagaimana setiap anak - anak kami mulai menata ulang sikap mentalnya untuk memasuki tahun baru.

Arti Tahun Baru untuk kami berarti memiliki cara pandang yang baru dan suci dalam upaya dan usaha memperoleh sesuatu yang baru khususnya dalam bidang pengembangan dan revitalisasi budaya yang hampir punah, Tahun Baru juga berarti mengasah kompetensi diri dengan metode yang baru untuk meraih motif hidup yang lebih berarti.

Tahun Baru bermakna menemukan jati diri yang sesungguhnya tentang makna kehidupan dan arti hidup sehingga HIDUP ini dapat memberi mamfaat bagi orang lainnya "Agawe Sukaning Wang Len".

No comments:

Post a Comment